biofir
BIO SUN FOR HEALTHY LIFE
biofir
BIOFIR TREATMENT TENTANG KAMI ORDER DISKON TESTIMONIAL KONTAK DOWNLOAD SITE MAP
biofir biofir

MIGRAIN2

Migrain dan Kerusakan Otak

Jangan anggap remeh gejala sakit kepala sebelah atau yang lazim disebut migrain. Ketika seseorang merasakan gejala ini maka orang tersebut dimungkinkan juga menderita sebagian kerusakan otak. Hal ini disimpulkan oleh para pakar kesehatan di University of Rocherster, New York, Amerika Serikat yang bekerja sama dengan satu tim dari industri farmasi Denmark, Novo Nordisk.

Seperti yang disampaikan para peneliti dalam jurnal Nature Neuroscience pekan lalu, kerusakan otak pada penderita migrain terjadi karena sel-sel otak menggembung dan menjadi 'haus' akan oksigen. Temuan ini juga bisa membantu menjelaskan mengapa penderita migrain memiliki risiko lebih tinggi untuk terserang stroke, kata peneliti Ahad (29/4). Bahkan, ungkap peneliti, kerusakan otak yang disebabkan migrain setara dengan kerusakan otak akibat gegar otak dan kondisi pascastroke.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, para pakar kesehatan ini menyimpulkan bahwa penderita sakit kepala sebelah tak boleh sekadar mengonsumsi penghilang rasa sakit untuk mengatasi migrain. Tetapi, mereka sebaiknya meminum obat yang bisa mencegah kambuhnya migrain. Gejala migrain ini seringkali diawali oleh 'aura', yaitu serangkaian gangguan pandangan berupa kilatan cahaya atau bintik-bintik hitam.

Untuk membantu mengurangi kerusakan otak, pemberian oksigen diyakini bisa membantu penderita menghindari hal tersebut, ungkap Takahiro Takano, Maiken Nedergaard, dan rekan mereka di University of Rocherster di New York. Mereka menyatakan, pada penderita migrain dan sejumlah pasien sakit kepala kadangkala dirawat dengan oksigen bertekanan tinggi. Ini dilakukan untuk membantu pasien yang sel-sel otaknya mengalami pembengkakan dan 'haus' oksigen.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengkaji suatu proses yang disebut dengan cortical spreading depression (CSD). Penjelasan sederhana dari CSD adalah suatu gelombang perubahan yang terjadi pada sel-sel otak dan berkaitan dengan migrain, stroke, dan trauma kepala. Untuk mengkaji perubahan gelombang sel-sel otak tersebut mereka meneliti otak tikus hidup dengan menggunakan two-photon microscopic dan sensor oksigen mikroelectroda.

Hasilnya, mereka melihat terjadinya pembengkakan pada sel-sel otak yang kekurangan oksigen. Kemudian, sel-sel syaraf rusak, terutama pada bagian dendrites dengan jaringan tipis dan panjang yang membentang dari satu sel syaraf ke sel syaraf lain.

''Penelitian ini mungkin memiliki dampak klinis langsung seperti halnya beberapa penelitian sebelumnya yang mendukung pendapat bahwa cortical spreading depression (CDS) merupakan syaraf dasar yang berhubungan dengan migrain dan 'auranya'. Dan, gelombang spontan dari CSD mungkin saja memberi sumbangan berarti terhadap terjadinya luka pada stroke dan luka otak traumatis,'' tulis para peneliti tersebut.

28 Juta Penderita

Migrain bukan penyakit yang boleh dianggap enteng. Penyakit ini menyerang syaraf di kepala yang menyebabkan sakit kepala parah yang membuat orang jadi lemah. Di Amerika Serikat saja, penyakit ini menyerang sekitar 28 juta penduduk di sana.

Penyakit ini juga berkaitan erat dengan penyakit-penyakit lainnya. Berdasarkan dua penelitian terdahulu -- termasuk satu studi yang disiarkan pekan lalu dalam Archives in Internal Medicine, memperlihatkan bahwa orang yang menderita sakit kepala sebelah lebih mungkin untuk terserang sakit jantung. Selain itu, suatu studi pada tahun 2004 yang ditulis dalam British Journal menyimpulkan bahwa penderita migrain dua kali lebih mungkin untuk mengalami stroke dibandingkan dengan orang yang tidak menderita sakit kepala sebelah.

Kesimpulan lain yang menarik adalah jenis kelamin ternyata memiliki pengaruh signifikan terhadap penyakit ini. Disebutkan, perempuan lebih mungkin untuk terserang rasa sakit kepala sebelah ini. Namun, tidak dijelaskan mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Untuk mengatasi rasa nyeri pada kepala ini, obat-obatan yang dikonsumsi sering kali tidak memiliki dampak berarti bagi penderita migrain. Namun, mengonkumsi beberapa jenis obat yang disebut triptans -- yang juga dikenal sebagai serotonin agonists dan obat ergotamine -- dapat digunakan untuk mencegah dampak terburuk. Khususnya, jika pasien menderita gejala sakit kepala sebelah untuk pertama kalinya.

Giving the mice rich doses of oxygen seemed to shorten the duration of the wave of brain effects seen in CSD, the researchers said. They noted that migraine and cluster headache patients are sometimes treated with high-pressure oxygen. Dari hasil penelitian dengan menggunakan tikus, diketahui pula bahwa memberikan oksigen dengan dosis yang cukup besar bisa memperpendek durasi efek gelombang pada otak. Ini terlihat dari hasil kajian CSD, ungkap para peneliti.

Mengenai permanen atau tidaknya penyakit ini, para peneliti belum bisa memastikan. Namun, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa dampak yang muncul karena sakit kepala sebelah itu bersifat permanen. Kesimpulan lainnya, tidak terlihat adanya perbedaan atau pengaruh dalam hal ingatan dan dampak kognitif lain pada pasien migrain.

Ihktisar:
- Kerusakan otak pada penderita migrain terjadi karena sel-sel otak menggembung dan menjadi 'haus' akan oksigen.
- Kerusakan otak yang disebabkan migrain setara dengan kerusakan otak akibat gegar otak dan kondisi pascastroke.
- Gejala migrain ini seringkali diawali oleh 'aura', yaitu serangkaian gangguan pandangan berupa kilatan cahaya atau bintik-bintik hitam.

Sumber: Republika online

Migrain Bukan Sakit Kepala Biasa

Seringkali gejala migrain hanya dianggap sakit kepala biasa, sehingga orang yang mengalaminya hanya mengatasi keluhan tersebut dengan obat-obatan pereda nyeri (analgetik) biasa.

Migrain, jenis sakit kepala yang satu ini sungguh-sungguh merupakan siksaan bagi mereka yang pernah merasakannya. Bahkan, jika penyakit ini sedang menyerang, pembicaraan dari orang sekitar pun bisa amat menyakitkan. Karenanya, jika seseorang terserang migrain, tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain tidur.

Maskur Abdullah misalnya. Wartawan senior ini menyebut migrain sudah dianggap layaknya sebagai teman lama. Mengingat penyakit yang menyerang sebagian wilayah kepala itu sudah diidapnya sejak masih mahasiswa.

Serangan migrain, menurutnya bukan lagi dianggap sebagai suatu yang mengagetkan. ''Bukan sesuatu yang luar biasa. Sudah menjadi bagian dari sakit kepala saya, sampai sekarang. Padahal dulu sempat merasa was-was juga,'' ungkapnya.

Meskipun bukan sesuatu yang luar biasa, aku Maskur, penyakit ini menimbulkan rasa sakit yang luar biasa setiap kali menyerang. ''Biasanya menyerang kepala bagian kiri. Mata kiri saya itu terasa sakit sekali. Kalau sudah begini, saya biasanya langsung tidur,'' kisahnya.

Apa yang dialami Maskur mungkin juga dialami sebagian masyarakat yang tinggal di perkotaan. Awalnya, mungkin hanya sekadar pusing-pusing sedikit alias sakit kepala. Namun kalau pusing ini selalu datang tiba-tiba, sesungguhnya jangan dibiarkan berlarut-larut. Ini merupakan pertanda dari gejala migrain.

Nah, kalau migrain ini menjadi berlarut-larut akan semakin sulit ditangani. Terkadang migrain baru disadari sebagai masalah yang serius, setelah nyeri kepala terjadi terus-menerus dan tidak hilang dengan obat-obatan yang biasa diminum.

Kalau sudah begini, penanggulangan migrain memerlukan pendekatan yang menyeluruh. Terapi dengan obat-obatan dapat mengatasi gejala dan mencegah serangan migrain, namun ternyata itu saja belum cukup. Penanggulangan yang menyeluruh memerlukan pengetahuan terhadap gejala, pola serangan, obat-obatan yang tepat dan terutama faktor pencetus serta faktor yang memperberat migrain.

Gejala-Gejala Migrain

Perlu dipahami bahwa migrain merupakan suatu penyakit kronis, bukan sekadar sakit kepala biasa. Menurut Dr Ronald E Pakasi, secara umum terdapat empat fase gejala migrain, meskipun tak semua penderita migrain mengalami keempat fase ini. Keempat fase tersebut adalah: fase prodromal, aura, serangan dan postdromal.

A. Fase Prodromal
Fase ini terdiri dari kumpulan gejala samar/tidak jelas, yang dapat mendahului serangan migrain. Fase ini dapat berlangsung selama beberapa jam, bahkan dapat 1-2 hari sebelum serangan. Gejalanya antara lain:

lPsikologis : depresi, hiperaktivitas, euforia (rasa gembira yang berle-bihan), banyak bicara (talkativeness), sensitif/iritabel, gelisah dan rasa mengantuk atau malas.

lNeurologis : sensitif terhadap cahaya dan bunyi (fotofobia & fonofobia), sulit berkonsentrasi, menguap berlebihan dan sensitif terhadap bau (hiperosmia)

lUmum : kaku leher, mual, diare atau konstipasi, mengidam atau nafsu makan meningkat, merasa dingin, haus, merasa lamban dan sering buang air kecil.

B. Fase Aura
Umumnya gejala aura dirasakan mendahului serangan migrain. Secara visual, aura dinyatakan dalam bentuk positif atau negatif. Penderita migrain dapat mengalami kedua jenis aura secara bersamaan. Beberapa gejala neurologis dapat muncul bersamaan dengan timbulnya aura.

Gejala-gejala ini umumnya: gangguan bicara, kesemutan, rasa baal, rasa lemah pada lengan dan tungkai bawah, gangguan persepsi pengelihatan seperti distorsi terhadap ruang dan kebingungan (confusion).

C. Fase Serangan
Tanpa pengobatan, serangan migrain umumnya berlangsung antara 4-72 jam. Migrain yang disertai aura disebut sebagai migrain klasik. Se-dangkan migrain tanpa disertai aura merupakan migrain umum (common migraine). Gejala-gejala yang umum adalah:
  • Nyeri kepala satu sisi yang terasa seperti berdenyut-denyut atau ditusuk-tusuk.
  • Nyeri kadang-kadang dapat menyebar sampai terasa di seluruh bagian kepala.
  • Nyeri kepala bertambah berat bila melakukan aktivitas.
  • Mual, kadang disertai muntah.
  • Gejala gangguan pengelihatan dapat terjadi.
  • Wajah dapat terasa seperti baal/kebal, atau semutan.
  • Sangat sensitif terhadap cahaya dan bunyi (fotofobia dan fonofobia).
  • Wajah umumnya terlihat pucat dan badan terasa dingin.
D. Fase Postdromal
Setelah serangan migrain, umumnya terjadi masa prodromal, di mana pasien dapat merasa kelelahan (exhausted) dan perasaan seperti berkabut.

Obat-Obat Yang Digunakan Untuk Terapi Migrain

Terapi obat dilakukan melalui konsultasi dengan dokter untuk menentukan jenis obat yang akan diberikan dan cara penggunaannya. Pemberian obat memerlukan kontrol ketat. Penggunaan yang berlebihan akan menyebabkan terjadinya nyeri kepala kronik yang sukar disembuhkan. Akibatnya, dapat terjadi gejala putus obat pada penghentian terapi atau gejala rebound migraine.

Secara umum, terapi medikamentosa migrain dibagi ke dalam 2 strategi:

1. Terapi abortif, yang dilakukan untuk menghentikan serangan. Obat-obatan yang digunakan untuk terapi abortif meliputi: analgesik (paracetamol, aspirin) atau anti-inflamasi non steroid (ibuprofen, naproxen), agonis serotonin (sumatriptan), alkaloid ergot (ergotamine, methysergide), neuroleptik (chlorpromazine,prochlorperazine) dan steroid (deksametason, hidrokortison).

2.Terapi profilaksis, yang dilakukan untuk mencegah serangan yang akan datang. Obat-obatan untuk terapi profilaksis meliputi: anti-depressant (amitriptyline, fluoxetine, imipramine), beta-blocker (propanolol, atenolol, metoprolol), calcium channel blocker (diltiazem, nifedipine, verapamil), OAINS; antagonis serotonin (methysergide, cyproheptadine) dan anti-konvulsan.

Sumber: Harian Global

BIOFIR Solusi Penyakit Migrain

Begitu kalung ini kita pakai, dia melindungi organ-organ tubuh kita yang paling vital.

Pertama adalah otak, yang apabila suplay darah dan oksigen ke otak terganggu dapat menimbulkan migrain, Vertigo, lemahnya daya ingat, depresi hingga ke penyakit berat seperti kanker otak dan lain-lain.

Kedua adalah pembuluh darah di leher kanan dan kiri, yang apabila mengalami penyumbatan (biasanya pada penderita stroke) dapat mengakibatkan kelumpuhan sebagian tubuh kita.

Ketiga adalah jantung, pusat peredaran darah di seluruh tubuh, yang apabila terganggu kinerjanya dapat mengakibatkan kematian. Ingat, penyebab kematian yang nomor satu di dunia adalah penyakit Jantung!

 

 

 

Produk kami menawarkan solusi sehat tanpa obat dengan menggunakan kalung biofir, silahkan kunjungi menu order untuk mendapatkan harga special.

Artikel Migrain sebelumnya =====>>>>>

PERINGATAN KERAS! HATI-HATI TERHADAP PRODUK PALSU!
biofir HAKI (Hak Kekayaan Atas Intelektual) No. ID 0 009 600 - D dan No. ID 0 009 601 - D, Produk kami dikemas dengan boks perhiasan berwarna merah berbentuk persegi empat (bukan : lingkaran, oval atau bentuk hati). Terimalah produk dalam kemasan segel utuh (belum dibuka) dan masih terdapat hologram warna perak bertuliskan GnS Global Network Explorer. Kami tidak bertanggung jawab atas kualitas dan manfaat dari produk yang Anda beli, bila ternyata palsu.


FIR in English

biofir


Menerima Pembayaran
Melalui

kalung

Cabang Suropati Bandung
No. Rek. 131-00-04978823
a/n Lilis Shohifa




AGEN BIOFIR

BANDUNG:
Lilis Shohifa
022 9161 5856
0888 216 8998

Latif
022 9175 4465
0815 73 561 165

SUKABUMI:
Asep Sofyan
0266 534 132
0813 1512 3516

GARUT:
Amang Syaripudin
0852 2266 0608



biofir




kalung